Search

Tahukah Kamu Kalau Gedung Bertingkat Memiliki Berbagai Jenis Struktur?

Seiring berkembangnya dan maju suatu kota, semakin banyak pula pembangunan gedung atau bangunan pencakar langit, baik yang dimanfaatkan sebagai gedung perkantoran, gedung apartemen, universitas, hotel, gedung mix-use dan lainnya. Di Jakarta sendiri jumlah gedung pencakar langit menurut rumah123 the number of skyscrapers in total are 414 high rise, and as of 2020 the tallest building (skyscraper) mempunyai jumlah gedung tinggi sebanyak 414, dan per tahun 2020 gedung tertinggi di Jakarta dipegang oleh Gama Tower dengan ketinggian 286 meter yang juga menjadi gedung tertiggi di indonesia.


Lalu, pernahkah kalian bertanya-tanya bagaimana sih struktur dari bangunan tinggi? apakah mereka semua mempunyai sistem struktur yang sama? Apakah semakin tinggi suatu bangunan maka strukturnya semakin beragam? Berikut terdapat penjelasan dari berbagai struktur yang digunakan dalam bangunan tinggi.


Braced frame structure

rangka struktur yang menahan beban lateral, memuat rangka diagonal bersama-sama membentuk web atau jaring dengan kolom vertikal bertindak sebagai penyangga beban utama (chord)



Rigid frame structure

a frame that is commonly used in structure, there are vertical columns and horizontal beams that bind to each other to support the load, forming a square / rectangular frame



Wall frame system - dual system

merupakan struktur dinding dan frame yang berinteraksi secara horizontal, menyediakan sistem lebih kuat dan kaku. Struktur dinding umumnya tidak berlubang, padat / solid menerus secara vertikal, biasanya ditemukan pada sekitar tangga (emergency), dan lubang lift



Flat plate and flat slab structure system

berupa struktur pelat yang terhubung langsung / duduk langsung di kolom untuk menahan beban yang lebih berat dan memungkinkan rentang yang lebih panjang, tidak mengunakan balok


Hybrid structural system

kombinasi dari dua atau lebih struktur dasar, dengan kombinasi langsung atau mengadopsi bentuk yang berbeda pada struktur.


Pada umumnya fasad gedung tinggi menggunakan material kaca atau disebut juga sebagai curtain wall. Kaca yang digunakan merupakan kaca tempered dengan ketebalan tertentu yang aman dari dorongan beban angin dan gerakan gempa. Meskipun secara keseluruhan bangunan terekspos langsung terhadap terik matahari, namun metode pemasangan curtain wall pada gedung tinggi mempunyai beberapa teknik atau alternatif untuk mengatasi hal ini. Dalam menanggulangi panas yang masuk berlelbihan kedalam suatu bangunan, bisa juga diatasi dengan alternatif eksternal seperti pemasangan kaca film.


Memilih kaca film juga harus yang sesuai dengan kebutuhan dan yang terbukti mereduksi panas serta memantulkan radiasi matahari. Seperti di Reflectofilm, kaca film yang terbukti menurunkan panas serta memantulkan UV dan IR hingga 100% dan bantu menurunkan tagihan listrik hingga 50%*

logo wa hitam yogiancreative.png