Pesisir Tenggelem Indonesia Kena Dampaknya



JAKARTA, Kompas.com - Pemodelan terbaru yang memproyeksikan dampak pencairan es di Antartika, kenaikan muka laut global pada 2100 setara 1,14 meter. Tahun 2500, kenaikan bahkan mencapai 13 meter. Meski akurasinya diperdebatkan, kondisi ini mengancam daerah-daerah pesisir di dunia.

Pemodelan terbaru itu dilansir BBC, Rabu (30/3), yang antara lain menyebutkan faktor pemanasan atmosfer akan menjadi faktor dominan hilangnya es. Penelitian-penelitian sebelumnya tidak banyak mengeksplorasi faktor menghangatnya atmosfer.

”Alasan mengapa model lain tak mencakup pemanasan atmosfer, karena itu belum mulai terjadi,” kata David Pollard, asisten penulis dari Penn State University, Amerika Serikat.

Menurut Pollard, pencairan es di Antartika baru mulai musim panas ini. ”Seiring pemanasan, bagian sisi Antartika akan mulai mencair secara drastis dalam waktu 50-100 tahun,” katanya.

Para pembuat model percaya penelitian mereka akurat karena mampu membuat replika kenaikan tingkat permukaan laut pada periode hangat, dari lini masa jutaan tahun lalu hingga kini.

Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Dodo Gunawan menilai, pemodelan itu rasional. ”Pencairan es Antartika itu sangat logis sebagai konsekuensi pemanasan global,” kata Dodo.

Dampak buruknya adalah meningkatnya level permukaan air laut yang berdampak bagi Indonesia yang merupakan salah satu negara kepulauan. Jutaan warga pesisir di Indonesia pun kini didera genangan abadi air laut.

Saat ini, puluhan juta jiwa menghuni pulau-pulau kecil dan kawasan pesisir Indonesia. Di beberapa kota besar, termasuk Jakarta dan Semarang, kenaikan muka air laut diperparah penurunan muka tanah karena sifat alami ataupun penyedotan air tanah diikuti beban bangunan.

Di pesisir utara Semarang, tak sedikit rumah warga yang ditelantarkan karena tergenang air laut. Ada yang bertahan dengan menanggul sekitar rumah hingga menaikkan fondasi rumah.

 

Persoalan jamak yang terjadi di semua kawasan pesisir adalah ketersediaan air bersih layak minum. Membeli air dalam jeriken setiap hari sudah menjadi keseharian. ”Kita harus menyiapkan diri, seperti memikirkan relokasi di sejumlah kawasan,” kata Dodo. Juga menggalakkan upaya pencegahan dampak buruk perubahan iklim, seperti penanaman mangrove di pantai.

 

Meski demikian, yang terjadi di sejumlah daerah, kawasan hutan mangrove justru dibabat atas nama perkembangan industri. Di Balikpapan, Kalimantan Timur, kawasan mangrove yang dibudidayakan warga justru akan dibuka untuk industri.

 

Upaya global

 

Di tengah ancaman kenaikan muka laut global hingga 1 meter pada 2100, prediksi lain menambah kekhawatiran. Kenaikan muka laut itu akan meningkat dua kali lipat dari perkiraan, terutama jika masyarakat dunia tidak berbuat apa-apa.

 

Tanpa pembatasan paparan emisi karbon dioksida secara global, yang antara lain disumbang aktivitas industri tidak ramah lingkungan dan kebakaran hutan dan lahan, kenaikan muka laut hingga dua kali lipat dari prediksi awal akan terjadi dalam 100 tahun mendatang. Untuk menanggulangi hal tersebut dan membantu dunia dimulai dengan mengurangi pemakaian listrik rumah, kantor, pabrik , gudang , dan bahkan kendaraan anda dengan menggunakan Reflecto .

sumber kompas.com

 


Latest News