Sayangilah Dunia kita, kurangi pemakaian Listrik



MARRAKESH - KOMPAS HARIAN

Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyatakan, kenaikan suhu global tahun ini mencapai 1,2 derajat celcius dibandingkan acuan suhu era Revolusi Industri 1850. Dunia dituntut bertindak cepat dan nyata menurunkan emisi gas rumah kaca yang memicu kenaikan suhu global. yang mengakibatkan kekeringan, gagal panen, melelehnya es di kutub, penyimpangan iklim, serta siklon tropis yang kian sering dan mematikan. 

Kenaikan suhu itu berdasarkan pemantauan januari - september 2016, hingga akhir tahun ini, mengalahkan rekor sebelumnya tahun 2015. "Setiap tahun merupakan rekor baru". Kata Sekretaris jendral WMO Petteri Tallas pada jumpa pers diantara konferensi para pihak (COP-22) konvensi kerangka kerja PBB untuk perubahan iklim (UNFCCC) seperti dilaporkan wartawan kompas, Ichwan Susanto dari Marrakesh Maroko Selasa (15/11).

Berdasarkan data WMO kata Taalas suhu global Januari - September 2016 sekitar 0,88 derajat celcius diatas suhu rata - rata 14 derajat celcius pada tahun 1961 - 1990. Periode itu digunakan WMO sebagai dasar (baseline). Tahun 2015 kenaikan suhu 0,77 derajat dari timeline.

Dibeberapa Wilayah Arktik (kutub utara) yang masuk Rusia, kenaikan suhu rata-rata global 1,2 derajat celcius itu sama dengan peningkatan 6-7 derajat celcius dari rata-rata lokal. Beberapa daerah Artktik (Kutub utara) yang masuk Rusia, Kenaikan suhu rata-rata global 1-2 derajat celcius dari rata-rata lokal. Beberapa daerah Arktik lain, seperti Alaska dan Barat laut Kanada, suhu meningkat 3 derajat celcius. 

Sumber Harian Kompas 16 November 2016

 


Latest News