Ternyata Ini Penyebab Manado Makin Panas



Ternyata Ini Penyebab Manado Makin Panas - Awas. Suhu Kota Manado makin terasa panas. Beberapa minggu terakhir, terik matahari kian menyengat. Data Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, menyebut suhu tembus 33 derajat Celsius. Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado Fransin Pattynama, melalui Forecaster Nurhadi memaparkan, dibandingkan 20-30 tahun lalu, ada peningkatan suhu di tahun ini. Dijelaskannya, ada beberapa penyebab sehingga suhu semakin panas.

Diantaranya, samudera pasifik terbentuk badai tropis, dan posisinya tidak terlalu dekat secara umum. Menyebabkan potensi hujan kecil, sehingga suhu semakin panas. “Angin Monson Australia juga salah satu penyebab adanya peningkatan suhu panas. Selain itu, angin pun berpengaruh. Cuaca yang cerah, angin kencang membuat suhu panas berkurang," beber Nurhadi.

Selain itu, menurutnya, perombakan hutan ikut berpengaruh tapi hanya di sekitar tempat tersebut. Kecuali kebakaran hutan luas, membuat meningkatkan suhu panas. Awan yang menutupi langit membuat suhu panas meningkat. Lapisan ozon, efek rumah kaca pun juga jadi salah satu penyebab. Cuaca panas ini ternyata tak dapat dianggap remeh.  Kondisi ini, menurut dr Oktavian Tamon, dapat menimbulkan risiko dan ancaman bagi kesehatan.

Masyarakat diminta berhati-hati dalam melakukan aktivitas dalam cuaca musim panas. Karena dapat menyebabkan dehidrasi atau gangguan serius dan stroke. Kematian akibat latihan olahraga pada kondisi cuaca panas adalah tragedi, yang semestinya bisa dicegah. “Ketika tubuh terlalu panas, hipertermia dapat terjadi,” nilai Tamon. Diketahui, Hipertemia adalah suatu kondisi di mana inti tubuh menjadi terlalu panas.

Kondisi ini ditambah dehidrasi, mengakibatkan ketidakseimbangan elektrolit. Sebagai hasilnya, seseorang dapat mengalami syok kardiogenik. Artinya, kondisi di mana jantung mengalami gangguan parah mendadak, sehingga tidak mampu mencukupi pasokan darah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Dipaparkannya, kelompok yang sangat rentan menderita serangan jantung akibat cuaca panas, adalah orang-orang yang tidak terbiasa terhadap panas ekstrem. Salah satu bahaya terbesar dari suhu panas adalah dehidrasi. Kurangnya cairan tubuh dapat mengakibatkan ketidakteraturan detak jantung, yang mengancam jiwa yang dikenal sebagai fibrilasi atrium.

Khusus Kota Manado, intensitas sinar matahari yang meningkat, bisa memicu kanker kulit. Atau dikenal istilah melanoma. Ini adalah salah satu jenis kanker yang paling banyak terjadi. Konsultan Penyakit Dalam, Prof dr Linda Rotty SPPD-KHOM menyebut, melanoma disebabkan radiasi ultraviolet, dipicu sengatan matahari. Ditandai munculnya bercak pada kulit dan benjolan.

Mencegahnya, dapat menggunakan krim pelindung matahari. Yang memiliki kandungan Sun Protection Factor (SPF) 30 ke atas. Serta mengurangi intensitas terkena sinar matahari. “Jangan lupa gunakan pakaian lengan panjang, topi, dan kacamata saat akan terkena kontak langsung dengan sinar matahari. Lakukan deteksi dini terhadap melanoma, sehingga gejalanya bisa ditangani dengan mudah dan lebih optimal,” urainya.

Dijelaskannya pula, di musim ekstrim ini, mereka yang tidak memiliki daya tahan tubuh kurang maksimal, sangat rentan terinfeksi penyakit. Terdapat tiga kategori yang rentan terinfeksi penyakit. Yaitu, golongan lanjut usia (Lansia) di atas 70 tahun, anak-anak kecil, dan mereka yang memiliki penyakit kronis.

Suhu lingkungan ekstrim memberikan dampak luar biasa bagi tubuh. Tidak hanya menyiksa, tetapi juga dapat meningkatkan risiko terserang penyakit. Kondisi tubuh menjadi tidak fit dan cepat terasa lelah. Penyakit seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dehidrasi, kanker kulit, serta penyakit kulit lainnya, akibat terbakar sinar matahari, menjadi ancaman besar. Ditambahkannya

Ditambahkannya, mengantisipasi cuaca ekstrim seperti ini, dengan menghindari aktivitas di luar ruangan. Serta imbangi cairan tubuh dengan minum air putih teratur. “Dan kondisikan ruangan dengan ventilasi udara yang memadai,” imbaunya.

Khusus anak-anak, menurut Prof dr Max Mantik SpA(K), kondisi tubuhnya berbeda dengan orang dewasa. Imunitasnya lebih rendah dan kurang stabil. Biasanya, anak-anak yang cukup rentan terserang penyakit saat cuaca ekstrim, yang di bawah usia lima tahun. Perubahan cuaca ekstrim menyebabkan pertumbuhan bakteri atau infeksi meningkat. Timbulnya penyakit pada tubuh anak ada tiga hal sebagai faktor pendukung.

Yaitu kondisi tubuh, kuman penyebab, dan kondisi lingkungan tempat tinggal manusia. Kondisi tubuh bayi dan anak-anak sedang dalam masa pertumbuhan, dan mereka rentan terhadap risiko penularan penyakit. Karena sistem kekebalan tubuh anak-anak belum berkembang sempurna, terutama bayi. Cuaca ekstrem ini, perkembangan dan penularan kuman lebih cepat karena daya tahan kekebalan tubuh manusia kurang stabil.

Sementara itu, Spesialis Kandungan dan Kebidanan dr Jane Takumansang SpOG menegaskan, ibu hamil dalam masa persalinannya, butuh gizi dan kondisi lingkungan menunjang. Cuaca ekstrim justru dapat membuat seorang ibu hamil mudah pusing dan stres. Ini berbahaya jika terus terjadi. Sebab, akan berdampak pada kesehatan janin. “Kesehatan ibu hamil tak terjaga, sangat mudah bagi janin mengalami gangguan,” kunci Takumansang

 

Ingin rumah anda jadi lebih sejuk dan anti bocor ? Gunakan produk reflecto, sudah banyak konsumen yang puas. Ga percaya klik -> reflecto.co.id

 

Sumber artikel dan gambar : manadopostonline.com


Latest News