Rumah Terang Tanpa Lampu dengan Skylight



Memiliki pencahayaan yang baik di dalam rumah adalah dambaan setiap orang. Sayangnya, faktor arah hadap seringkali menjadi kendala yang menyebabkan ruang di rumah terlihat gelap dan sedikit sumpek.

Alhasil, untuk menyiasatinya, sebagian orang memilih untuk menggunakan lampu dengan jumlah cukup banyak. Di ruang tamu berukuran besar saja, bisa terpasang lebih dari tiga lampu pada siang hari.

Tak ayal jika kondisi ini menyebabkan tagihan listrik di rumah membengkak. Di sisi lain, lampu bukanlah pencahayaan alami yang punya banyak manfaat bagi kesehatan. Berbeda dengan sinar matahari yang mengandung vitamin D, sehingga berguna untuk menjaga kekebalan tubuh manusia.

Lantas, terpikirkah Anda untuk memasok lebih banyak cahaya matahari di dalam rumah? Jika jawabannya, iya, maka skylight bisa dijadikan salah satu solusi tepat.

Namun dalam memasangnya tidak bisa sembarangan. Diperlukan aturan khusus, agar fungsi dari skylightmampu berfungsi secara optimal.

Pertama, arah hadap skylight atau jendela atap transparan sebaiknya ke utara atau selatan. Mengapa? Ini guna mengantisipasi panas yang dibawa oleh matahari langsung menyebar ke seluruh ruang di rumah Anda.

Usahakan sinar matahari optimal menerangi ruangan hingga pukul 10.00–11.00 WIB. Selanjutnya, sinar yang masuk merupakan sinar tidak langsung (indirect ray).

Kedua, cari ruangan yang cukup besar untuk dipasangi skylight. Idealnya, ukuran ruang tidak kurang dari 7×7 meter persegi, karena jika lebih sempit maka ruang tersebut akan menjadi panas.

Kecuali, ruang itu tidak memiliki satupun jendela, sehingga tak memungkinkan adanya sirkulasi udara dari celah lain. Sedikit rekomendasi, pada ruang sempit sebaiknya gunakan satu atau dua genteng fiberglass saja.

Ketiga, pastikan rangka atap rumah menggunakan material kokoh, karena bahan skylight yang umumnya terbuat dari kaca mempunyai bobot cukup berat. Rangka atap baja ringan, misalnya.

Keempat, sebagian orang mengira dengan adanya skylight maka ruang di rumah akan dipenuhi hawa panas. Memang hal ini bisa saja terjadi, namun bukan berarti tidak ada cara untuk mengantisipasinya.

Anda bisa mengaplikasikan skylight tipe bukaan, yang secara otomatis akan menghasilkan angin dan cahaya matahari masuk secara bergantian.

Model skylight ini mirip seperti jendela tradisional yang mengombinasikan jendela kaca dengan jendela krepyak. Jendela kaca berfungsi sebagai media masuknya cahaya sementara jendela krepyak mampu mengoptimalkan keluar-masuknya udara.

Kelima, perhatikan jenis kaca yang dipakai. Ada baiknya untuk keamanan dan kenyamanan, lapisi kaca polos dengan kaca buram atau kaca film. Ini berfungsi meminimalisir pasokan cahaya matahari berlebih dari dari penggunaan kaca polos.

Keenam, bila penempatan skylight berdekatan dengan ruang keluarga, Anda bisa menghadirkan taman minimalis tepat di bawahnya. Alhasil, sinar alami matahari yang terpancar langsung menuju taman dan tanaman pun bisa bertumbuh kembang dengan maksimal.

Terakhir, ukuran sebuah skylight sebaiknya tidak terlalu lebar. Khawatirnya, di malam hari cuaca dingin akan terserap ke dinding rumah Anda sehingga berbahaya bagi kesehatan.

 

Rumah anda masih panas walaupun sudah memakai AC ? Masalah tersebut bisa diatasi oleh Reflecto, Cat anti panas yang dapat menurunkan suhu ruangan dan dapat menghemat Listrik. Ga percaya klik -> Reflecto.co.id 

 

Gambar Artikel : desainrumahkeren.com

Sumber : rumah.com


Latest News