Tahukah Anda Suhu Terpanas di Semesta?



JAKARTA - Selama ini, suhu dingin absolut diketahui mencapai batas 0 derajat. Lalu bagaimana dengan batas suhu panas absolut? Nol mutlak pada suhu dingin sebenarnya adalah titik di mana gerakan molekul tidak lagi menghasilkan panas (tetapi memiliki energi titik nol).

Sebaliknya, suhu mutlak panas, dapat didefinisikan sebagai titik di mana gerak molekul tidak akan menghasilkan lebih banyak panas, tidak peduli apapun keadaannya. Dalam Model Standar alam semesta, suhu terpanas mungkin pernah mencapai puncak hanya dalam sepersekian detik (10-43) setelah Big Bang. Selama periode yang sangat kecil dari waktu tersebut (disebut satu waktu Planck), alam semesta diperkirakan hanya berada dalam satu titik kecil panjang Planck (10-35 meter) dan telah mencapai mutlak panas di atas 1.032 K (disebut suhu Planck). Pemenang Nobel, Steven Weinberg menyebut temperatur yang lebih tinggi dari angka itu sebagai "veil".

Sebagai perbandingan, Matahari panasnya sangat sedikit 1,571 x 107 K di pusatnya dan suhu tertinggi yang pernah dibuat oleh manusia saat ini hanya 5,5 X 1.012 K. Namun perlu diketahui bahwa tidak semua ilmuwan menggunakan teori Model Standar. Ada pula ilmuwan yang menggunakan teori lain misalnya, String Theory, yang mencoba untuk menjelaskan empat gaya fundamental sebagai manifestasi yang berbeda dari objek dasar tunggal (string). Untuk teori string, mungkin suhu tertinggi jauh lebih rendah dari yang didalilkan oleh Model Standar. Suhu ini disebut suhu Hagedorn adalah titik di mana materi biasa tidak lagi stabil dan "menguap" atau berubah dalam materi quark. Di bawah teori ini, titik absolut panas dianggap hanya 1030 K, atau sekitar 1 persen suhu Planck. Demikian seperti dilansir dari Today I Found Out

Rumah anda masih panas walaupun sudah mengunakan AC ataupun punya masalah bocor ? Reflecto solusi untuk masalah rumah panas dan bocor. klik website kami reflecto.co.id

Sumber : techno.okezone.com 


Latest News